Wah, ternyata saya lupa kalau saya punya blog ini…payah tenan nih…
Jangan pernah lelah untuk mencintai sesama
Ba’da Salah Tarwih, 20 Agustus 2010, di pelataran rumah saya, di pinggir sawah. Enampuluhan teman dari berbagai (latar) agama dan mazhab duduk melingkar saling bergantian menyampaikan pengalamannya pernah berteman dengan Romo Slamet yang beberapa waktu lalu dipanggil Tuhan..
Romo itu orang yang jujur dan tekun, kata Romo Sumanto. Dia berjuang untuk bisa jadi romo, dan selalu gagal. Tapi karena kejujuran dan ketekunannya, dia akhirnya sukses. Sepanjang umurnya, dia abdikan hidupnya untuk pelayanan umat. Dan dia pun bisa mepertanggungjawabkan semua model pengabdian itu.
Selamat Jalan Romo Blasius Slamet Lasmunadi, Pr

Seorang teman lintas iman dari Kebumen, Ari Susilo, menelphone saya, mengabari bahwa Romo Blasius Lasmunadi,Pr. meninggal dunia. Saat Ari Susilo menelphone, jam di handphone saya menunjukkan pukul 22.00 WIB. Kata pak Ari, romo meninggal sekiitar pukul 21.30an. Saya kurang percaya, karenanya saya kirim SMS ke romo Sumanto, Paroki kebumen, menanyakan hal itu. Jawaban sms romo Sumanto membenarkan berita itu.
Masih kurang percaya, saya buka akun facebook Romo slamet. Dua akunnya sekaligus. Ternyata benar, sudah ada yang komen mengucapkan selamat jalan, RIP. Saat kubaca komen itu, saya perhatikan status facebook terakhir romo. Yang dia tulis sekitar 15 menit sebelumnya. Saya tidak tahu persis, tapi angka 2 hours ago ini menunjukkan hal itu.
Suatu malam di pantai Kute, Bali

Posisi di depan pintu gerbang pantai Kute, Bali. Depan kami adalah jalan agak besar. Jalan ke kiri terus, lalu belok kanan, menuju ke daerah Legian, tempat tugu peringatan Bom Bali. Di daerah ini, sampai Legian, kita serasa bukan berada di Indonesia. Ya, serasa di negeri Eropa atau Amerika, karena populasi orang yang lalu lalang disini lebih dari 70% orang-orang Amerika dan Eropa. Bali memang tempat yang nyaman bagi para turis non Indonesia.
Saya sempatkan diri ngobrol dengan penduduk lokal. Tanya ini dan itu layaknya seorang peneliti, he hehe. Tanya tentang bagaimana pariwisata Bali. “Bali itu pulau pariwisata. Disini, yang namanya industri ya industri Pariwisata. Dan mereka, para turis itu, adalah salah satu kekayaan kami,” kata orang itu, pede.
Kekayaan?
