Hidup di NU, Mengapa tidak Membela NU?
By kang tajib on Apr 30, 2009 with Comments 3
Seorang teman pagi ini datang ke rumah. Hanya mampir, katanya kangen dengan saya dan keluarga saya. Saya senang dengan setiap kedatangannya, yang tanpa pamrih itu. Dia datang ke rumah, biasanya pagi sebelum dia masuk kerja; siang, setelah pulang kerja.
Tak perlulah saya bercerita detail tentang siapa dia. Cukuplah saya gambarkan bahwa dia seorang muda, walaupun sudah punya dua anak. Dia adalah aktivis NU Kebumen, dan saya sejak mengenalnya sekitar sembilan tahun lalu, belum pernah meragukan ke-NU-annya. Dia bekerja di salah satu lembaga NU Kebumen.
Kedatangan dia pagi ini, sama dengan beberapa waktu sebelumnya, karena kangen dengan saya dan keluarga saya. Dan tak lupa, dia juga bercertia seputar orang-orang NU. Yang menarik dari ceritanya pagi ini: tentang "hidup di NU, tapi tidak membela NU".
Dia mengawali cerita tentang kemarahannya kepada beberapa orang yang selama ini bekerja, baik menjadi staf atau pun guru di lembaga pendidikan NU Kebumen. Kemarahan bersebab, mereka yang dimarahai teman saya itu, tidak mendukung, apalagi mencoblos, caleg-caleg dari partai yang punya latar-belakang NU.
Memangnya kenapa kalau mendukung caleg selain dari partai yang berbasis NU? Saya mengajukan pertanyaan. Teman saya menjawab, "mestinya mereka mikir, mereka selama ini hidup di NU, mereka bisa membiayai keluarganya juga dari lembaga NU, tapi mengapa mereka tidak membela NU. Mereka tidak mendukung caleg dari partai yang berbasis NU?" Bagi teman saya itu, mendukung caleg dari partai yang punya ikatan kultural dengan NU adalah salah satu cara membela NU.
Apakah caleg dari partai yang berbasis NU itu selama ini membela NU? Saya bertanya lagi. Teman saya pun menjawab, "memang tidak semua, tapi mereka lebih mending daripada lainnya. Ya, mestinya mereka mendukung caleg yang selama ini memang membela NU. Bukankah diantara sekian caleg dari partai berbasis NU ada yang selama ini membela NU?"
Tapi, saya memotong pembicaraanya, bukankah ada caleg dari partai yang tidak ada hubungnnya dengan NU tapi selama ini si caleg itu membela NU? Teman saya langsung menjawab, "memang ada, tapi berapa jumlahnya? Hanya sedikit. Lagi pula, orang-orang yang saya marahi mereka jelas mendukung caleg yang sama sekali tidak membela NU."
Tahu darimana kamu? "Tak perlulah saya ceritakan saya tahu darimana," jawabnya. "Yang jelas, saya ada bukti-bukti bahwa mereka mendukung caleg yang dari partai yang berbasis non NU. Mereka memang tidak tahu diri, makan dari NU, tapi tak pernah mendukung NU." Tidak pernah kata teman saya, karena bukan hanya kasus tentang pembelaan politik ini.
Saya bisa memahami mengapa teman saya berfikir dan berpendapat demikian. Sebagian orang mungkin menyebut teman saya itu fanatik, dan memang ada yang memandangnya demikian. Dia membela NU dengan caranya sendiri, yang kadang lucu. Tapi pernyataan dia bahwa, "hidup di NU, tapi tidak membela NU" itu memang layak direnungkan oleh para aktivis NU.
Tentu, "hidup di NU, tidak membela NU" perlu pemaknaan yang lebih dari sekedar cerita teman saya. Misalnya begini, hidup di NU mestinya ya berfikiran teologis yang tidak sempit, tidak hitam putih,….sebagaimana pemikiran ahlus sunah wa al-jamaah…
Salam..
Related Posts
Filed Under: Opini

![[Ask]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/ask.png)
![[Bloglines]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/bloglines.png)
![[del.icio.us]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png)
![[Digg]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png)
![[Facebook]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/facebook.png)
![[Feed Me Links]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/feedmelinks.png)
![[Google]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/google.png)
![[LinkedIn]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/linkedin.png)
![[MySpace]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/myspace.png)
![[Twitter]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png)
![[Windows Live]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/windowslive.png)
![[Yahoo!]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/yahoo.png)
![[Email]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/email.png)










Komentar terhadap tulisan ini di Facebook bisa dilihat disini
Pak tajib
Maaf ni Pak
baeknya instalan wpmu-nya dicek lagi
soale dari luar kita bisa register
coba fitur pendaftarannya dinonaktifkan
trims
*saya iseng nyoba daftar doank koq Pak*
salam hangat,
Luthfi.web.id
yang penting ga bela muhammadiyah mungkin ya..haha,bercanda
hmm,setidaknya memang kita harus membela NU jika kita memang benar2 orang NU sejati. Masalah bela membela dalam politik, mungkin melihat kondisi juga, maksudnya, apakah dengan kita mendukung partai berbasis NU, di dalamnya juga terdapat orang2 NU sejati dan benar2 memperhatikan NU itu sendiri. Misal kayak pemilu kemaren, PKB sebagai partai berbasis NU, tapi pemimpinnya adalah seorang muhaimin, yg menyebabkan perpecahan, jujur saya ga pengen dukung secara nasional, kecuali kalo ada orang2 caleg yg saya benar2 kenal dri PKB atau partai berbasis NU lain, maka saya dukung.