banner ad

Kebebasan berfikir

Apa yang anda bayangkan ketika membaca tulisan kaos itu?

Saya sendiri sempat berfikir, walau pun pertama tersenyum dulu. Tersenyum karena kalimat, “Kebebasan Berfikir adalah awal Pembelajaran”, bagi saya masih nggantung. Masih butuh penjelasan lain. Mungkin kalau kalimatnya, Kebebasan berfikir adalah awal pembelajaran Sekolah, akan terasa lebih jelas.

Tapi, lepas dari itu, saya terkesan sekali dengan kalimat itu. Kebebasan berfikir, ya kebebasan berfikir. Yang kini kayaknya mulai lenyap lagi. Karena sekelompok masyarakat yang berfikiran sempit ingin semuanya sama.  Ingin tidak ada perbedaan, ingin semuanya sama dengan dirinya.

Kebebasan berfikir mesti kita perjuangkan bro, karen bangsa ini mesti dibangun dengan kebebasan itu.

[mohon maaf kepada pemakai kaos tersebut karena saya foto dari belakang tanpa izin..:) Foto terserbut saya ambil ketika suatu pagi di hari Minggu saya bersama dengan keluarga jalan-jalan di pantai bocor, Buluspesantren, Kebumen]

Filed Under: Sekitar Kita

Tags:

RSSComments (10)

Leave a Reply | Trackback URL

  1. alfoe niam alwie says:

    kebebasan berfikir harus karena hal yg paling hakiki yg qta miliki sbagai manusia, sebebas apapun qta berfikir tdklah masalah karena itu bersifat personal dan di wilayah privat.yg jadi masalah ketika kebebasan berfikir telah diletupkan dalam ranah publik, seringkali menimbulkan ekses, apalagi dengan pemaksaan.dan seringkali banyak yg tdak bisa membedakan mana wilayah privat dan mana wilayah publik.sekedar untuk membuat perbandingan, kebebasan berfikir seorang yg liberal tentunya begitu sama bebasnya ketika seorang fundamental berfikir, kduanya sama2 punya hak dan tdk boleh saling menegasikan apalagi dengan kekerasan,biarlah dialektika sejarah yg memproses.aku jadi ingat dengan petuah “pram”, ’seorang terpelajar mesti sudah jujur sejak dalam pikiran’

  2. alfaroby says:

    kebebasan berfikir aku juga setuju banget..
    tetapi masih tetap ada batas batasnya pak…
    kalau sampe keblabasan juga gak baik kan…
    tetapi kalau terlalu “kesempitan” juga gak baik kan..

    nah.. sekarang “batas” di antara keduanya adalah????

  3. suryaden says:

    saya lebih suka berfikir merdeka… bukan sekedar kebebasan…

  4. zidney says:

    apa jib

  5. zidney says:

    gue stuju cuma kebebasan yang mana? brfikir adlah knikmtn yg diberikan bg mnsia dg kkuatan akal bgmn ktk kterbatasan akal mmpu mngapai kkebasan.Produk dr akl fikiran digunakan jd bisa brfikir kcerdsan akal adlah intlekaturan dr itu profesional.Bagemna kebebasan tnpa etika dad moral

  6. gusmuadz says:

    test

  7. zidney says:

    test

  8. Sabilulhuda says:

    Setuju Kang Tajib…….
    Jembatan perubahan nasib diawali dari berpikir dan mencoba hal baru. Setau saya orang-orang yang berhasil selalu diawali dengan melakukan uji coba dari khayalan-khayalan mereka.
    Satu hal lagi, tanda2 orang yang mensyukuri nikmat itu adalah orang yang menggunakan akalnya. Iya kan???
    salam buat keluarga kang…..

  9. Blog anda OK dan unik Banget!. Submit tulisan anda di Kombes.Com Bookmarking, Agar member kami vote tulisan anda. Silakan submit/publish disini : http://bookmarking.kombes.com Semoga bisa lebih mempopulerkan blog/tulisan anda!

    Kami akan sangat berterima kasih jika teman blogger memberikan sedikit review/tulisan tentang Kombes.Com Bookmarking pada blog ini.

    Salam hormat
    http://kombes.Com

  10. Bahrun Ali M says:

    Kemerdekaan berfikir awal pembelajaran wah sulit tuk di cerna nih tapi ada nih sedikit pebndapat :ya karena merdeka tidak di sertai pembelajaran bagemana langkah kedepan tuk terus merdeka hanya sekidar di fikir kan bukan tuk pembelajaran kedepan dalam langkah lebih baik dari awal berfikir bage mana menjalakan ya ahirnya rusak …..tapi ya sepakat lah kalo kaya gitu tapi di tambah awal kemunduran kang ….

Leave a Reply




If you want a picture to show with your comment, go get a Gravatar.

Anti-Spam Protection by WP-SpamFree