25 November, Hari Anti Kekerasan terhadap Perempuan
By kang tajib on Nov 25, 2009 with Comments 0
Banyak orang tidak tahu bahwa hari ini adalah hari anti kekerasan terhadap perempuan. Dibandingkan dengan hari ibu yang jatuh pada 22 Desember, hari anti kekerasan terhadap perempuan yang jatuh pada 25 November lebih tidak dikenal. Warga kampung lebih mengenal hari ibu daripada hari anti kekerasan terhadap perempuan.
Hari anti kekerasan terhadap perempuan adalah hari dimana masyarakat, tidak hanya perempuan tapi juga laki-laki sedunia sedang merayakan penegasan diri melawan setiap bentuk kekerasan terhadap perempuan. Semestinya, perayaan 22 Desember sebagai hari ibu juga sebagai penegasan anti kekerasan ini.
Mengapa penegasan ini penting? Sederhana saja, karena relasi yang masih timpang antara laki laki dan perempuan di masyarakat kita sejauh ini memberikan ruang yang begitu besar bagi tindakan kekerasan –dimana korban umumnya adalah perempuan. Relasi yang timpang ini terjadi diakibatkan oleh patriarkhisme yang mengendap dalam kebudayaan kita.
Patriarkhisme adalah sebuah paham, yang tanpa kita sadari juga mengendap dalam kesadaran kita, yang berisi pengunggulan laki-laki dibandingkan perempuan. Pengunggulan hampir dalam banyak wilayah kehidupan. Ada banyak alasan pengunggulan ini, dari alasan pemahaman keagamaan dan seterusnya –tapi yang ini tak akan saya tulis disini. Please cari di google mengenai hal ini, sudah banyak sekali.
Kita mesti meruntuhkan pengunggulan laki-laki atas perempuan. Dan menggantinya dengan memperlakukan secara setara kepda perempuan. Penempatan secara setara bukan dalam arti, seperti dikatakan beberapa orang, kalau laki-laki mengangkat batu maka perempuan juga mengangkat batu? Tapi penempatan kesetaraaan dalam perlakukan kita terhadap perempuan, baik dalam kehidupan sehari-hari, dalam ruang publik, atau ruang lainnya.
Perlakuan yang setara terhadap laki dan perempuan menjadi prasarat dari masyarakat yang beradab, karena jujur saja: laki-laki juga dilahirkan dari rahim perempuan yang telah mengandung selama sembilan bulan, bukan? Bila demikian, mengapa masih melakukan kekerasan?
Selamat hari anti kekerasan terhadap perempuan!
Related Posts
Filed Under: Gender dan HAM

![[Ask]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/ask.png)
![[Bloglines]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/bloglines.png)
![[del.icio.us]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png)
![[Digg]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png)
![[Facebook]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/facebook.png)
![[Feed Me Links]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/feedmelinks.png)
![[Google]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/google.png)
![[LinkedIn]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/linkedin.png)
![[MySpace]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/myspace.png)
![[Twitter]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png)
![[Windows Live]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/windowslive.png)
![[Yahoo!]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/yahoo.png)
![[Email]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/email.png)









