Melanjutkan Cita-cita Gus Dur
By kang tajib on Jan 01, 2010 with Comments 1
Gus Dur telah meninggalkan kita semua. Tidak hanya para pendukungnya, karena bicara tentang Gus Dur tak bisa hanya dalam kategori pendukung dan bukan pendukung. Bicara tentang Gus Dur tidak lepas dari bicara tentang peradaban. Sekali lagi tidak hanya para pendukung, tapi masa depan banga Indonesia, atau bangsa manusia, bahkan non manusia pun, kehilangan dia. Orang yang mencurahkan hidup: pemikiran dan tindakannya untuk perbaikan peradaban di masa depan.
Kita semua tahu, kecuali yang tidak ha ha ha, bahwa Gus Dur selama ini melawan setiap pemikiran dan tindakan yang hendak merongrong NKRI dan Pancasila. NU, yang pernah dinahkodai Gus Dur, adalah kelompok yang pertama kali menerima Pancasila. Itu juga terus dikumandangkan oleh Gus Dur, dan NU, dalam setiap kesempatan ketika rongrongan terhadap NKRI makin kentara.
Salah satu contoh yang sudah kita ketahui, kecuali yang tidak tahu ha ha ha, adalah perlawanan Gus Dur terhadap kelompok fundamentalis. Tak usahlah saya sebut siapa mereka. Cukuplah diketahui bahwa mereka adalah kelompok yang, berdasarkan atas tafsiran kelompoknya atas agama, hendak “mengganti” Pancasila dengan ideologi rumusan mereka sendiri. Perda-perda berbasis agama di banyak daerah adalah bentuk contohnya.
Gus Dur yang terdepan, atau selalu mendukung upaya perlawanan terhadap mereka. Apalagi, makin kentara bahwa kelompok garis keras itu terus melakukan upaya untuk merongrong kewibawaan NKRI. Di beberapa daerah muncul perda-perda berbasis agama (berdasarkan tafsiran mereka, tentunya), yang sesungguhnya meniadakan pluralitas.
Karena itulah, saya apresiasi kepada bapak Presiden SBY yang dalam pidatonya kemarin memberikan penghargaan kepada Gus Dur sebagai bapak Pluralisme dan Multikulturalisme Indonesia, bahkan dunia. Sebuah penghargaan yang sebenarnya tidak cukup.
Lho?
Ya, tidak cukup. Karenqa kita juga tahu bahwa Gus Dur bukan orang formalis. Penghargaan macam itu adalah bentuk formal. Yang diharapkan Gus Dur bukan yang formal-formal, tapi justru adalah tindakan nyata dari SBY untuk melanjutkan cita-cita GD: membangun demokrasi dimana mereka yang minoritas, baik agama atau etnik atau lainnya, sama hak dan kewajibannya di bumi Indonesia.
Tidak hanya SBY, tapi kita semua, perlulah melanjutkan cita-cita Gus Dur, atau sebenarnya cita-cita banyak orang, dalam tindakan. Agar Indonesia menjadi tempat yang nyaman bagi semua orang, siapapun mereka.
Selamat jalan Gus Dur, di bumi ini akan ada orang-orang yang melanjutkan cita-citamu. Amin.
Related Posts
Filed Under: Agama Transformatif

![[Ask]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/ask.png)
![[Bloglines]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/bloglines.png)
![[del.icio.us]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/delicious.png)
![[Digg]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/digg.png)
![[Facebook]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/facebook.png)
![[Feed Me Links]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/feedmelinks.png)
![[Google]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/google.png)
![[LinkedIn]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/linkedin.png)
![[MySpace]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/myspace.png)
![[Twitter]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/twitter.png)
![[Windows Live]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/windowslive.png)
![[Yahoo!]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/yahoo.png)
![[Email]](http://akhmadmurtajib.com/wp-content/plugins/bookmarkify/email.png)










lanjutkan!!!cita2 Gus Dur,gitu aja kok repot,,hehe
hati2 dengan aliran garis keras yg kini makin meresahkan,mari kuatkan persatuan demi NKRI seutuhnya