Ganti bunga di halaman kita dengan tanaman lombok. Sederhana saja saya ngomong begitu, ketika beberapa waktu lalu mendengar ibu-ibu kampung ngrumpi mahalnya harga lombok. 6 butir saja sampai seribu rupiah.
Bukan berita sebenarnya tentang naiknya harga lombok. Karena hal demikian sudah seringkali terjadi. Namun demikian, jarang orang mengambil pelajaran dari situasi demikian. Kesandung beberapa kali, paling ngrumpi obatnya.
Saya tidak akan ngomong tentang situasi ekonomi yg mengakibatkan mahalnya harga lombok. Sudah banyak ahli ekonomi, pengamat juga, yang komentar hal-hal demikian. Saya juga gak akan ngomong turunkan harga, karena sudah banyak yang berteriak demikian.
Sederhana saja, saya hanya ingin ngomong tentang bunga-bunga di halaman rumah kita. Mengapa mesti nanam bunga yang hanya sekedar hiasan? Coba ganti –setidaknya beberapa– bunga-bunga itu dengan tanaman lombok. Bukankah tanaman lombok juga bernilai seni?
Atau tentang pekarangan di sekitar rumah kita. Mengapa dibiarkan kosong, atau bisakah sebagian tanah itu kita tanami lombok? Satu dua tanaman sudah cukup, apalagi bila lebih.
Bila tak punya halaman, setidaknya lorong-lorong rumah. Atau atap. Mengapa tidak kita sediakan pot berisi tanaman lombok? Bukankah lebih terasa indah, segar?
Apapun caranya, atau bentuknya, menanam lombok –apalagi ditambah tanaman lain– itu menyenengkan. Selain lingkungan menjadi segar, juga kita bisa memetik hasilnya.
Saya teringat dulu, sewaktu sekolah Madrasah Ibtidaiyah. Saya diajari berkebun oleh pak guru. Tidak hanya diajari, tapi juga praktek. Seluas 1 meter persegi, berbagai tanaman tumbuh. Termasuk lombok. Senang sekali saat memetik hasilnya.
Saya tak lagi mendengar anak-anak sekolah saat ini berkebun. Saya hanya sering, akhir-akhir ini, mendengar ibu-ibu ngrumpi mahalnya harga lombok. Dan, sepertinya ngrumpi macam begituan akan terus berlanjut sampai lebaran yang sebentar lagi datang. ***
Posted with WordPress for BlackBerry. Sambil Iseng plus Ngopi.
saya jadi” pede” nanam belasan pohon lombok di sisa-sisa tanah rumah, sudah hampir setahun masih hidup dan berbuah. kalaupun ada yang mati… ada yang tumbuh lagi.
mantap pak, semoga bisa jadi virus dan menjalar ke banyak tetangga….
[from blog] 6 Butir Lombok, Rp 1000 – http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/6-b...