Mungkin kamu sudah jadi orang penting sehingga begitu sibuk. Dan tidak bisa meluangkan waktu untuk sekedar ngopi bersama. Padahal dulu, bersama teman-teman lain, kita sering makan nasi liwet berlauk sayur kangkung, bersama. Tapi, itu dulu, hanya sejarah.
Sungguh aku merindukanmu. Sekedar ngopi, sekali lagi sekedar ngopi. Sambil ngobrol ngalor-ngidul tentang apa itu ideologi yang susah dipahami. Atau ngobrol tentang kehidupan politik yang makin njelehi. Juga tentang kabar teman-teman lain yang kini entah rimbanya dimana. Aku merindukan kehadiranmu.
Rindu yang makin dingin bersamaan kopi yang dingin pula. Mirip kopi di cangkir yang makin habis, rindu itu pun sedikit demi sedikit mulai habis. Akankah memang benar-benar akan habis rindu itu laiknya kopi di cangkir itu?
Aku rindu padamu, yang dulu sering bersama, tapi kini terdampar di kesibukan pekerjaan, atau terdampar di dunia kesendirian. Ya, rindu bisa mengulang waktu kita meneriakan keyakinan tentang kehidupan yang begitu damai, tanpa diskriminasi atas dasar apapun, bahkan pun bila Tuhan kita berbeda.
Datanglah kawan, aku rindu padamu..
Kerinduan bersahaja,, ada di dalam.. kerinduan tapa cinta (seduluran abadi) akankah merubah kebersamaan. materi dan jabatan dan semunya. setumpuk harta,, sesibuk sibuknya orang. teryata yang mahal mahalbukan itu,, tapi yang mahal adalah sebuah komunitas bersama,,, dan hidup gotong royong dengan memperkuat diri. untuk memec ahakannnnnnnn keresehan.. kebisingan,, kejenuhan hidup
kopirevolusi(pahit tur kecut)
sayangnya, tidak banyak teman mempunyai kerinduan semacam itu, kawan..