Ini Politik, kang..
“Ini politik kang, gak bisa kita pake idealisme lagi,” kata seorang teman, ketika suatu hari berbincang dengan saya. Dia itu dulu seorang aktivis, cerdas dan idealis. Tapi kini dia masuk dalam kancah politik. Apa yang saya lihat tentang dia, dulu, sungguh berbeda dengan dia yang sekarang. Saya tidak mengatakan bahwa sekarang lebih buruk dari dulu. Saya hanya ingin mengatakan bahwa dulu dia mendewakan idealisme, tapi sekarang, setelah masuk dunia politik, dia membuang idealisme dalam bak sampah.
Itukah dunia nyata politik? Saya mencoba bertanya, karena sejauh pengetahuan saya, politik itu hanyalah strategi. Strategi untuk mewujudkan idealisme yang dulu dipunyai teman saya itu. Karena saya juga yakin, tanpa perjuangan politik, idealisme teman saya itu sepertinya gak mungkin bisa terwujud dalam kenyataan.
Satu contoh dari idealisme yang teman saya dulu banggakan adalah gagasan dia tentang “berdiri dengan kaki sendiri”. Pemerintah kita mesti mengandalkan sumberdaya yang dimiliki, dengan cara mengelolanya lebih baik dari sebelumnya. Dengan cara itu, maka lambat laun akan ada perubahan berupa, pemerintah dan rakyatnya akan bisa berdiri dengan sumberdaya yang dimiliki sendiri.
Misalnya tentang pertanian. Masyarakat kita sebagian besar menggantungkan hidup dari pertanian. Tapi, teman saya sering berkoar-koar, pemerintah sangat kurang berpihak kepada para petani. Ketika panen tiba misalnya, tiba-tiba harga gabah anjlog, sementara pemerintah selalu kerepotan untuk mensikapinya. Atau malah tidak mensikapi sama sekali.
Teman saya bilang,dulu, bahwa pemerintah wajib membela petani dengan cara menjaga stabilitas harga. Bila perlu pemerintah membeli gabah lebih tingi daripada para tengkulak. Itu harus, teriak teman saya dalam banyak kesempatan. Bila tidak dilakukan, jelas pemerintah telah berbuat sangat salah, membiarkan para petani kelabakan dan kebingungan.
Tidak hanya itu, kepedulian pemerintah juga harus diujudkan secara nyata dengan membangun kembali sekolah pertanian. Sebagai bagaian dari pendidikan yang lebih baik dari pertanian yang dilakukan secara manual oleh masyarakt. “Pemerintah jangan hanya mendukung sekolah yang berorientasi industri, tapi harus pertanian,”katanya dulu. Di banyak kesempatan, teman saya selalu berterian demikian.
Tapi, itu dulu.
Sekarang teman saya sudah jadi orang penting, politisi. Tidak seperti dulu, kini dia bilang, “Ini politik kang, gak bisa kita pake idealisme lagi.” Dengan kata itu, saya tidak lagi bisa komentar. Karena di luaran sana, banyak rakyat yang mencibir kelakuan para politisi kita di sana itu……














March 25th, 2010 at 12:03 pm
[New Post] Ini Politik, kang.. – via @twitoaster http://akhmadmurtajib.com/2010/03/25/ini...
via Twitoaster
[Reply]
March 25th, 2010 at 1:15 pm
padahal politik itu bebas nilai… tergantung pelaku yang melakoninya… dia hanya seperti sebilah pisau… tergantung tangan siapa yang memegangnya… jadi aneh…
[Reply]
March 25th, 2010 at 1:55 pm
memang jaman sekarang jaman politik tapi tolong berpolitiklah yang baik, membangun dan bersatu untuk rakyat bukan untuk diri sendiri
[Reply]
March 26th, 2010 at 12:29 am
ada loh parpol yang dulu juga idealis, tapi seiring perkembangannya, terkikislah idealisme itu
[Reply]
kang tajib Reply:
July 24th, 2010 at 3:51 pm
bisa disebutkan, parpol yang mana yah? heheheheh
[Reply]
March 27th, 2010 at 2:16 pm
itu lah kang karena masa suram sufah selesai, di menuju masa lebih suram he he apa salah yah kang . memang para politik hanya menmentingan kan pribadinya bukan golongan ,hanya janji – janji sumbar belaka para yang dulu punya idealis musnah oleh ide -ide ber orentasikan uang ,mereka didik dengan mental uang di dunia polityik bukan mental idealisme. di bilang rakyat saat berpolitis rakyat yang mana …itu bohong semua …para politis dan pemerintahan hanya takut kalo idealis takut di pecat…
[Reply]
kang tajib Reply:
July 24th, 2010 at 3:50 pm
terus gemana solusinya, khususnya untuk kalimat yang terakhir?
[Reply]
April 3rd, 2010 at 3:18 pm
Kenalan disit.
Komen nyusul.
[Reply]
April 13th, 2010 at 3:04 am
meskipun bebas, mestinya harus tetap ber-etika
[Reply]
July 25th, 2010 at 1:43 pm
Ya ora etis lah kang neke disebut, sing jelas siki partaine wis gedhe ya dadi pendukung koalisi. Ahh tapi kayane kang tajib sekedar kura-kura dalam perahu
[Reply]
kang tajib Reply:
July 29th, 2010 at 12:57 am
ha haha… ke-rikuh-an yang maha utama…..
[Reply]