All Entries in the "Sekitar Kita" Category
Kucuran dana ratusan juta tanpa melihat kearifan warga desa?
Kemarin sore saya dapat cerita dari seorang teman. Cerita tentang kehadirannya di acara presentasi program PNPM di desanya. Katanya, desanya akan mendapatkan kucuran dana dari PNPM sebesar –kalau saya tidak salah dengar– dua ratusan juta lebih. Dana itu diperuntukan bagi program pengentasan kemiskinan di desa itu. Bila digunakan dengan baik oleh warga masyarakat di desa [...]
Sisi sosial Islam berkait pembagian daging Qurban
Rumahku dikelilingi dua masjid dan dua musalla. Di sebelah selatan ada musolla, sebelah utara agak jauh ada masjid, di bagain timur agak lebih jauh lagi ada masjid dan utara masjid itu ada musolla. Pada hari raya ini keempat tempat ibadah itu punya hajat nyembelih hewan Qurban.
Jujur saja saya senang dengan adanya empat tempat ibadah [...]
Tentang keadilan pembagian daging qurban
Kambing sudah disembelih, dikuliti, dipotong-potong dan akan dibagi-bagi. “Ditimbang dulu biar tahu berapa beratnya,” kata seseorang. “Pembagian nanti berdasar jumlah daging dibagi jumlah penerima.” Tentu itu tidak termasuk daging yang sudah dimasak untuk makan panitia dan yang bekerja.
“Setuju,” kata seorang lainnya. “Pembagian memang harus adil, apalagi ini daging qurban. Jangan sampai ada yang dapat lebih [...]
Anak tukang becak itu memainkan game perang
Malam itu saya jalan-jalan ke salah satu mall di kota saya, sengaja mencari buku. Di Kebumen, hanya ada beberapa tempat-tempat tertentu seperti toko buku, salah satunya ya di mall itu.
Setelah lihat-lihat buku, saya menyempatkan diri ke ruang permainan (game). Banyak sekali anak-anak sedang bermain game disana.
Tak tahulah mereka itu anak [...]
Bagi-bagi hewan Qurban, siapa mau?
Tahun lalu, atau tahun-tahu sebelumnya, kita saksikan banyak sekali umat Islam di banyak desa, apalagi di kota-kota, yang berqurban. Ada sebuah masjid di beberapa desa yang bisa mengumpulkan dua sapi dan puluhan kambing, ada pula yang lebih dari itu, atau dibawahnya tapi tiak begitu jauh. Di Jakarta, seperti cerita seorang teman, malah lebih luar biasa. [...]
Among-among
Teringat sewaktu kecil di kampung. Diundang teman untuk among-among –acara makan bersama dengan anak-anak kampung, kadang-kadang juga ada yang remaja dan tua, setelah sebelumnya diawali dengan berdoa bersama. Acara Acara among-among itu biasanya diadakan pada hari ulang tahun kelahiran anak.
Bagi saya, among-among ini sangat menyenangkan, tidak hanya karena bertemu dengan teman-teman, tapi didalamnya [...]
Haji Mabrur, Haji Solidaritas
Beberapa tetangga saya naik haji. Saya ikut bersukur, dan ikut mendoakan mereka. Tapi doa saya agak berbeda: semoga sepulangnya nanti mereka menjadi penerang warga kampung.
Seorang tetangga saya bertanya, “lho kok doanya begitu?” Pertanyaan yang wajar karena umumnya orang akan mendoakan “semoga menjadi haji mabrur” kepada para calon haji.
Doa saya memang terdengar kurang wajar [...]
Tentang Tata Kota dan Rizqi Tuhan
Saya memasuki pasar Tumenggungan Kebumen. Ini pasar kota, dan merupakan salah satu jantung kota Kebumen. Saya masuk kesana karena ada beberapa kebutuhan dapur yang mesti dibeli (saya kadang padu dengan istri tentang siapa yang mesti ke pasar…hehehehehe). Seringkali saya masuk pasar itu, suasana sepi. Saya gak tahu, sepinnya ini seringkali…atau kebetulan saat saya berkunjung ke [...]
Ruth Havelaar dimakamkan di Indonesia
Saya dapat email dan, beberapa hari kemudian, disusul dengan surat pos. Isinya undangan dari pak Hersri Setiawan dan Ita F. Nadia untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Ruth Havelaar. Acara itu akan berlangsung di sebuah desa Lendah, Kulonprogo, Yogyakarta.
Pagi sekali di hari Selasa, 21 Oktober 2009, saya –bersama istri, anak dan teman-teman– meluncur ke Kulonprogo. Syukurlah, [...]
Sikun terserang Virus Internet
Jomad sepertinya sedang marah ketika datang ke tempat saya. “Ada apa kang, sampeyan kelihatannya sedang marah. Kepada siapa? Kepada saya-kah?” Saya mengajukan pertanyaan. Tapi sampai agak lama Jomad tidak menjawab apapun.
Jomad menyandarkan tubuh di risban bale rumah saya. Matanya menerawang ke atas, entah apa yang dilihat. Paling melihat langit-langit rumah berupa genteng, yang dibawahnya dilapisi [...]










