<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>kang tajib</title>
	<atom:link href="http://akhmadmurtajib.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://akhmadmurtajib.com</link>
	<description>muntahan sembarang isi pikiran dan keinginan</description>
	<lastBuildDate>Tue, 31 Jan 2012 12:42:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<item>
		<title>Agar kehidupan makin manusiawi&#8230;</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2012/01/31/agar-kehidupan-makin-manusiawi/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2012/01/31/agar-kehidupan-makin-manusiawi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2012 12:41:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiksi]]></category>
		<category><![CDATA[Menulis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/?p=524</guid>
		<description><![CDATA[Aku baru terbangun siang ketika seseorang mengetok pintu dan mengucapkan salam. &#8220;Assalamualaikum,&#8221; kata suara di luar. Laki-laki. Aku serasa mengenal suaranya, tapi lamat-lamat dalam ingatan siapa gerangan laki-laki itu. Apakah si dia? Saya mengira dia adalah mister X, seorang teman &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2012/01/31/agar-kehidupan-makin-manusiawi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Aku baru terbangun siang ketika seseorang mengetok pintu dan mengucapkan salam. &#8220;Assalamualaikum,&#8221; kata suara di luar. Laki-laki. Aku serasa mengenal suaranya, tapi lamat-lamat dalam ingatan siapa gerangan laki-laki itu. Apakah si dia? Saya mengira dia adalah mister X, seorang teman yang begitu lama tak jumpa. Tapi apakah benar dia? Entahlah.</p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum. Suara itu berbunyi lagi. Biasanya istri, anak-anak atau adiku akan menjawab bisa ada seseorang menjawab salam. Membukakan pintu, dan mempersilahkan sang tamu untuk duduk di ruang tamu. Tapi istri dan anaku juga tak ada suaranya. Mungkin mereka keluar saat saya masih tertidur pulas.<span id="more-524"></span></p>
<p>Assalamu&#8217;alaikum. Untuk ketiga kali suara itu berbunyi lagi. Menurut sebuah ajaran, bila ada seseorang mengucapkan salam, jawablah. Aku harus menjawab salam itu. Meskipun sejujurnya begitu malas untuk mengangkat tubuh dari tiduran, tapi ajaran itu benar-benar menjadi pendorongku untuk menjawabnya. Wa&#8217;alaikaumsalam. Jawabku, agak keras. Dan beberapa saat kemudian aku turun dari lantai dua, menuju ruang depan.</p>
<p>Terlihat seorang tua lengkap dengan anak dan istrinya tersenyum padaku. &#8220;Apa sudah lupa dengan saya?&#8221; tanya laki-laki itu.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">Mister X adalah teman lama. Sudah hampir lima tahun aku tak bertemu dengannya. Terakhir di sekitar tahun 2005 ketika dia masih menjadi blogger tak ternama. Tak ternama maksudnya, dia  ngeblog dengan nama samaran, bukan nama asli. Tapi, meskipun dengan nama samaran, tulisan-tulisannya menurutku cukup berbobot. Tulisannya bukan sekedar rakitan kata tanpa makna. Pikiran kita akan dibuat terguncang-guncang bila membaca tulisan-tulisannya. Sayang, ketika tulisan-tulisannya sudah begitu banyak, Mister  X menghapus blognya.</p>
<p style="text-align: left;">Padahal, bila tulisan-tulisan Mister X di blog itu masih ada dan diterbitkan menjadi  buku, menjadi salah satu kekayaan dimana pembaca bisa merengguk ilmu yang ada di dalamnya. Ya, ilmu-ilmu tentang kearifan dalam mensikapi hidup, kebersahajaan dalam beragama, keindahan berkawan dengan pikiran-pikiran yang berbeda, dan masih banyak lagi. Saya juga belajar darinya mengenai banyak hal dari tulisan-tulisan MIster X.</p>
<p style="text-align: left;">Misalnya, saya menjadi agak tahu tentang ungkapan Nietsche bahwa &#8220;agama adalah sesuatu yang seolah tanpanya kita bisa hidup&#8221;. Atau pemikiran Peter L Berger tentang kontruksi sosial pengetahun. Ketika saya sekolah dulu, aku tak begitu mudeng dengan ungkapan atau istilah semacam itu, tapi dengan membaca tulisan Mister X saya menjadi agak paham.</p>
<p style="text-align: center;">***</p>
<p style="text-align: left;">&#8220;Saya pingin sekali ketemu sampeyan,&#8221; kata mister X. Ketika aku tanya ada sesuatu yang pentingkah sehingga dia jauh-jauh datang ke rumah. &#8220;Saya hanya ingin ketemu sampeyan, ya silaturahmi lah,&#8221; katanya. Sungguh, saya merasa terharu, meskipun sejatinya tak mengerti dengan ungkapan sederhana itu. Tak mengerti karena di zaman ini makin jarang orang yang datang hanya sekedar untuk silaturahmi. Kedatangan seseorang biasanya dilabeli dengan bungkus kepentingan tertentu.</p>
<p style="text-align: left;">Sampai ketika pamit pulang, rasa terharu saya kepada MIster X masih terasa tebal. Apalagi sebelum masuk mobilnya, dia berucap, &#8220;Masyarakat kita membutuhkan banyak gagasan yang baik, agar kehidupan makin manusiawi.  Ayo menulislah!&#8221;</p>
<p style="text-align: left;">Kembali aku terharu dengan pesannya, sampai ketika mobil yang dinaiki Mister X hilang dibalik tikungan jalan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2012/01/31/agar-kehidupan-makin-manusiawi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lupa</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2011/05/25/lupa/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2011/05/25/lupa/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 May 2011 02:18:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Peringatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2011/05/25/lupa/</guid>
		<description><![CDATA[Wah, ternyata saya lupa kalau saya punya blog ini…payah tenan nih…]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Wah, ternyata saya lupa kalau saya punya blog ini…payah tenan nih…</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2011/05/25/lupa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jangan pernah lelah untuk mencintai sesama</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/08/21/jangan-pernah-lelah-untuk-mencintai-sesama/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/08/21/jangan-pernah-lelah-untuk-mencintai-sesama/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Aug 2010 17:47:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[Sahabat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/08/21/jangan-pernah-lelah-untuk-mencintai-sesama/</guid>
		<description><![CDATA[Ba’da Salah Tarwih, 20 Agustus 2010, di pelataran rumah saya,  di pinggir sawah. Enampuluhan teman dari berbagai (latar) agama dan mazhab duduk melingkar saling bergantian menyampaikan pengalamannya pernah berteman dengan Romo Slamet yang beberapa waktu lalu dipanggil Tuhan.. Romo itu &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/08/21/jangan-pernah-lelah-untuk-mencintai-sesama/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><a href="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/08/akhmadmurtajib.jpg"><a href="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/08/lilin-untuk-gus-dur-300x120.jpg"><a href="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/08/lilin-untuk-gus-dur.jpg"><img class="aligncenter size-full wp-image-511" title="lilin-untuk-gus-dur" src="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/08/lilin-untuk-gus-dur.jpg" alt="" width="650" height="260" /></a></a></a></p>
<p>Ba’da Salah Tarwih, 20 Agustus 2010, di pelataran rumah saya,  di pinggir sawah. Enampuluhan teman dari berbagai (latar) agama dan mazhab duduk melingkar saling bergantian menyampaikan pengalamannya pernah berteman dengan <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/" target="_blank">Romo Slamet yang beberapa waktu lalu dipanggil Tuhan.</a>.</p>
<p>Romo itu orang yang jujur dan tekun, kata Romo Sumanto. Dia berjuang untuk bisa jadi romo, dan selalu  gagal. Tapi karena kejujuran dan ketekunannya, dia akhirnya sukses. Sepanjang umurnya, dia abdikan hidupnya untuk pelayanan umat. Dan dia pun bisa mepertanggungjawabkan semua model pengabdian itu.</p>
<p><span id="more-453"></span></p>
<p>Romo itu orang yang susah dipahami, dan kami yang <em>telat mikir</em> baru paham setelah kejadian, kata Atmaji. Contohnya dalam pembuatan dekorasi suatu acara. Biasanya kami hanya membikin dengan kertas atau gabus. Tapi romo menginginkan yang aneh-aneh, seperti pake daun ini dan itu, pohon ini dan itu. Kami pikir itu terlalu berlebihan. Tapi begitu jadi, romo menceritakan mengapa mesti demikian. Bahwa dekorasi pake pohon-pohon itu akan bisa menjadikan kita lebih mencintai alam.</p>
<p>Romo juga seorang yang tidak mempedulikan dirinya bila membantu orang lain. Wawan menceritakan dirinya saat acara di tempat yang dingin. Romo itu punya penyakit asma, dan ketika itu  sedang parah-parahnya. Tapi ketika kami tanya apa romo bisa membantu kami di acara itu, romo bilang siap tanpa mempedulikan kesehatannya.</p>
<p>Romo itu hidup bukan di dunia yang penuh dengan tepuk tangan, tapi totalitasnya dalam melayani  umat luar biasa. Tokoh agama lain perlulah belajar banyak dari beliau. Saya salut walau saya tidak banyak bergaul dengan dirinya, kata abduh dari Muhammadiyah.</p>
<p>Semangat berbagi romo luar biasa. Saya kira cuma saya yang banyak diberi ilmu oleh beliau, kata Ari, eh ternyata semua orang memang diberi hal serupa. Iin juga membenarkan semangat berbagi itu dalam kontek pendidikan anak dan keluarga. Juga Supra menjelaskan pengalaman tentang pelajaran mengenai analisa masalah yang dipelajari dari romo.</p>
<p>Romo itu orang yang luar biasa, walau pun dia Katolik dan saya Muslim tapi saya merasa dia sebagai bapak saya sendiri, kata Supra.</p>
<p>Dan banyak lagi pernyataan teman-teman di malam itu. Teman-teman tidak hanya katolik, tapi juga Muslim dan lainnya. Pernyataan berupa pengalaman setelah berteman dengan romo Slamet. Yang meninggal beberapa hari lalu, di umurnya yang masih muda, 42 tahun. Dan mereka merasa kehilangan dengan berpulangnya romo ke pangkuan Tuhan.</p>
<p>Ya, acara yang dimoderatori kang kholid itu memang untuk mengenang Romo Slamet. Seorang katolik yang hidupnya, khususnya saat di Kebumen antara 2004-2009, tidak pernah membuat sekat-sekat keagamaan dalam mencintai sesama. Ya, romo adalah orang yang tanpa lelah sepanjang hidupnya, khususnya saat di Kebumen, untuk mencintai sesama. Cinta yang diujudkan dalam bentuk memberdayakan orang-orang di sekitarnya.</p>
<p>Acara bertajuk “Jangan Pernah Lelah untuk Mencintai Sesama” malam itu ditutup dengan doa, untuk kedamaian romo juga untuk semua yang hadir agar mendapatkan semangat untuk bisa melajutkan semangat romo, untuk terus jangan lelah mencintai sesama demi hidup yang lebih bermartabat. Amin.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/08/21/jangan-pernah-lelah-untuk-mencintai-sesama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Jalan Romo Blasius Slamet Lasmunadi, Pr</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2010 16:56:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[Romo Slamet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/</guid>
		<description><![CDATA[Seorang teman lintas iman dari Kebumen, Ari Susilo,  menelphone saya, mengabari bahwa Romo Blasius Lasmunadi,Pr.  meninggal dunia. Saat Ari Susilo menelphone, jam di handphone saya menunjukkan pukul 22.00 WIB. Kata pak Ari, romo meninggal  sekiitar pukul 21.30an. Saya kurang percaya, &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center"><img class="aligncenter" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs142.snc3/16976_104205052938023_100000455860295_113109_6785634_n.jpg" alt="" width="381" height="253" /></p>
<p>Seorang teman lintas iman dari Kebumen, Ari Susilo,  menelphone saya, mengabari bahwa Romo Blasius Lasmunadi,Pr.  meninggal dunia. Saat Ari Susilo menelphone, jam di handphone saya menunjukkan pukul 22.00 WIB. Kata pak Ari, romo meninggal  sekiitar pukul 21.30an. Saya kurang percaya, karenanya saya kirim SMS ke romo Sumanto, Paroki kebumen, menanyakan hal itu. Jawaban sms romo Sumanto membenarkan berita itu.</p>
<p>Masih kurang percaya, saya buka akun facebook Romo slamet. Dua akunnya sekaligus. Ternyata benar, sudah ada yang komen mengucapkan selamat jalan, RIP. Saat kubaca komen itu, saya perhatikan status facebook terakhir romo. Yang dia tulis sekitar 15 menit sebelumnya. Saya tidak tahu persis, tapi angka 2 hours ago ini menunjukkan hal itu.</p>
<p><span id="more-447"></span></p>
<p>Saya lihat status itu pada pukul 11.15  WIB. 2 jam lalunya berarti pukul 09.15 WIB.  Berarti romo Slamet meninggal 15 menit setelah status facebooknya ditulis. Silahkan baca sendiri status facebooknya berikutnya.</p>
<blockquote><p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811">Blasius Full</a> Ketidaksempurnaan hutan di lereng gunung menjadi pemandangan yang indah karena dilihat dari kejauhan. Ketidaksempurnaan manusia pun menjadi indah kalau kita bersedia menciptakan &#8220;jarak&#8221;, agar jelas perbedaan antara engkau dan aku. Allah pun membuat &#8220;jarak&#8221; dengan manusia, yakni dengan menganugerahkan kehendak bebas unt&#8230;uk mengasihi, bukan untuk berbuat dosa! Jarak yang dibangun menuntut resiko ditolak.</p>
<p><a>See More</a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=552439811&amp;v=wall&amp;story_fbid=139450016093168&amp;ref=mf"><abbr>2 hours ago</abbr></a> · Comment ·Like</p></blockquote>
<p>Romo Slamet punya dua akun facebook. Di atas itu satu akunnya, sedang akun satunya adalah <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000455860295">Blasius Slamet Lasmunadi</a>. Status Romo untuk akun ini ditulis 5 jam yang lalu, berarti sekitar puku; 18.00 WIB. Statusnya terakhirnya ini:</p>
<blockquote><p><a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000455860295">Blasius Slamet Lasmunadi</a> Kejarlah ambisi hidup nikmat, nyaman, populer, hebat &amp; berkuasa, pastilah yang didapat ketidaknyamanan, diremehkan, bahkan tidak diperhitungkan. Namun ciptakanlah ruang kosong dalam diri, dengan melepaskan ambisi itu semuanya, nantikan Sang Cinta sejati kan memasuki &#8220;ruangan kosong&#8221; itu. Melepas ambisi berarti berani d&#8230;ijemur seperti kayu sampai kering, lalu dibakar menjadi arang yang berguna menghangatkan ruangan.</p>
<p><a>See More</a> <a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000455860295&amp;v=wall&amp;story_fbid=145406352155289&amp;ref=mf"><abbr>5 hours ago</abbr></a> · Comment ·Like</p></blockquote>
<p>Dari dua status facebook itu, kita tahu siapa dan bagaimana karakter serta pemikiran romo Slamet. Dia itu romo Katolik, tapi bagi saya dia lebih dari sekedar itu. Dia juga seorang teman, saudara, bahkan guru. Tapi untuk yang terakhir ini, dia tidak pernah mengakui  di depan saya.</p>
<p>Suatu hari nanti saya akan menulis tentang sejauhmana perkawanan saya dengan romo sSlamet. Cukuplah malam ini saya ingin menyampaikan rasa berduka saya atas kepergian beliau, teman yang selama lima tahun mengajarkan saya tentang makna humanism dalam kehidupan nyata. Selamat jalan Romo, semoga perjuangan kemanusiaanmu menjadi ticket ke sorga. Amin.</p>
<p>Solo, 13 Agustus 2010.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/08/13/selamat-jalan-romo-blasius-slamet-lasmunadi-pr/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sumiah, WC dan Sumurnya</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/24/sumiah-wc-dan-sumurnya/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/24/sumiah-wc-dan-sumurnya/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Jul 2010 05:20:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[Pertetanggaan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/07/24/sumiah-wc-dan-sumurnya/</guid>
		<description><![CDATA[Bukan musim kemarau, bukan pula di daerah kering. Tapi Sumiah harus mengayuh sepeda setidaknya dua kali sehar,pagi dan sore, sejarak sekitar 2 kilometer. Sekedar untuk mandi, dan &#8211;maaf&#8211; beol. Ceritanya berawal dari kecelakaan anaknya, Parmin. Kecelakaan yang berbuntut amputasi kaki &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/07/24/sumiah-wc-dan-sumurnya/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan musim kemarau, bukan pula di daerah kering. Tapi  Sumiah harus mengayuh sepeda setidaknya dua kali sehar,pagi dan sore, sejarak sekitar 2 kilometer. Sekedar untuk mandi, dan &#8211;maaf&#8211; beol.</p>
<p>Ceritanya berawal dari kecelakaan anaknya, Parmin. Kecelakaan yang berbuntut amputasi kaki anak ibu Sumiah.</p>
<p>Biaya rumah sakit cukup besar, yang hampir tidak bisa dipenuhi ibu Parmin. Dan, solusi untuk dapat uang tuk biaya rumah sakit, Sumiah harus menjual beberapa meter tanahnya. Di tanah yang dijual itu, ada sumur dan WC tempat sehari-hari Ibu Parmin mandi, beol, masak, dan sebangsanya.<br />
<span id="more-432"></span><br />
Parmin bisa pulang rumah sakit, tapi tanah beserta sumur dan WC telah hilang.</p>
<p>Pembelinya, kebetulan tetangga Sumiah, mengurug sumur dan WC itu, dan membangun gedung baru di atas tanah itu. Satu  kamar untuk dijadikan tempat kost. Kebetulan desa tempat tinggal itu sedang musim kost-kosan.</p>
<p>Entah sudah dipertimbangkan Sumiah sebelumnya, dia dan anaknya tak lagi bisa menjalankan urusan belakang. Karena gak ada lagi sumur, gak ada lagi WC. Bisakah numpang di tetangganya? Entahlah.</p>
<p>Yang jelas, saya mendengar bahwa kini dia haru mengayuh sepeda sekitar dua kilometer ke desa lain, desa mbahnya: hanya untuk sekedar mandi dan beol. Mungkin ada urusan lain, tapi dua kebutuhan itu sepertinya yang utama.</p>
<p>Dari lorong dunia, saya sempat berfikir, sudah begitukah ya relasi pertetenggaan masyarakat kita?
<p>Posted with WordPress for BlackBerry. Sambil Iseng plus Ngopi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/24/sumiah-wc-dan-sumurnya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aku merindukanmu, kawan!</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/22/aku-merindukanmu-kawan/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/22/aku-merindukanmu-kawan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 22 Jul 2010 14:59:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[My Friends]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/07/22/aku-merindukanmu-kawan/</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kamu sudah jadi orang penting sehingga begitu sibuk. Dan tidak bisa meluangkan waktu untuk sekedar ngopi bersama. Padahal dulu, bersama teman-teman lain, kita sering makan nasi liwet berlauk sayur kangkung, bersama. Tapi,  itu dulu, hanya sejarah. Sungguh aku merindukanmu. &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/07/22/aku-merindukanmu-kawan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin kamu sudah jadi orang penting sehingga begitu sibuk. Dan tidak bisa meluangkan waktu untuk sekedar ngopi bersama. Padahal dulu, bersama teman-teman lain, kita sering makan nasi liwet berlauk sayur kangkung, bersama. Tapi,  itu dulu, hanya sejarah. </p>
<p>Sungguh aku merindukanmu. Sekedar ngopi, sekali lagi sekedar ngopi. Sambil ngobrol ngalor-ngidul tentang apa itu ideologi yang susah dipahami. Atau ngobrol tentang kehidupan politik yang makin njelehi. Juga tentang kabar teman-teman lain yang kini entah rimbanya dimana. Aku merindukan kehadiranmu. </p>
<p><span id="more-428"></span></p>
<p>Rindu yang makin dingin bersamaan kopi yang dingin pula. Mirip kopi di cangkir yang makin habis, rindu itu pun sedikit demi sedikit mulai habis. Akankah memang benar-benar akan habis rindu itu laiknya kopi di cangkir itu? </p>
<p>Aku rindu padamu, yang dulu sering bersama, tapi kini terdampar di kesibukan pekerjaan, atau terdampar di dunia kesendirian. Ya, rindu bisa mengulang waktu kita meneriakan keyakinan tentang kehidupan yang begitu damai, tanpa diskriminasi atas dasar apapun, bahkan pun bila Tuhan kita berbeda.</p>
<p>Datanglah kawan, aku rindu padamu.. </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/22/aku-merindukanmu-kawan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>6 Butir Lombok, Rp 1000</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/6-butir-lombok-rp-1000/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/6-butir-lombok-rp-1000/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 10:44:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[Lombok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/6-butir-lombok-rp-1000/</guid>
		<description><![CDATA[Ganti bunga di halaman kita dengan tanaman lombok. Sederhana saja saya ngomong begitu, ketika beberapa waktu lalu mendengar ibu-ibu kampung ngrumpi mahalnya harga lombok. 6 butir saja sampai seribu rupiah. Bukan berita sebenarnya tentang naiknya harga lombok. Karena hal demikian &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/6-butir-lombok-rp-1000/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ganti bunga di halaman kita dengan tanaman lombok. Sederhana saja saya ngomong begitu, ketika beberapa waktu lalu mendengar ibu-ibu kampung ngrumpi mahalnya harga lombok. 6 butir saja sampai seribu rupiah.</p>
<p>Bukan berita sebenarnya tentang naiknya harga lombok. Karena hal demikian sudah seringkali terjadi. Namun demikian, jarang orang mengambil pelajaran dari situasi  demikian. Kesandung beberapa kali, paling ngrumpi obatnya.<br />
<span id="more-420"></span><br />
Saya tidak akan ngomong tentang situasi ekonomi yg mengakibatkan mahalnya harga lombok. Sudah banyak ahli ekonomi, pengamat juga, yang komentar hal-hal demikian. Saya juga gak akan ngomong turunkan harga, karena sudah banyak yang berteriak demikian.</p>
<p>Sederhana saja, saya hanya ingin ngomong tentang bunga-bunga di halaman rumah kita. Mengapa mesti nanam bunga yang hanya sekedar hiasan? Coba ganti &#8211;setidaknya beberapa&#8211; bunga-bunga itu dengan tanaman lombok. Bukankah tanaman lombok juga bernilai seni?</p>
<p>Atau tentang pekarangan di sekitar rumah kita. Mengapa dibiarkan kosong, atau bisakah sebagian tanah itu kita tanami lombok? Satu dua tanaman sudah cukup, apalagi bila lebih.</p>
<p>Bila tak punya halaman, setidaknya lorong-lorong rumah. Atau atap. Mengapa tidak kita sediakan pot berisi tanaman lombok? Bukankah lebih terasa indah, segar?</p>
<p>Apapun caranya, atau bentuknya, menanam lombok &#8211;apalagi ditambah tanaman lain&#8211; itu menyenengkan. Selain lingkungan menjadi segar, juga kita bisa memetik hasilnya.</p>
<p>Saya teringat dulu, sewaktu sekolah Madrasah Ibtidaiyah. Saya diajari berkebun oleh pak guru. Tidak hanya diajari, tapi juga praktek. Seluas 1 meter persegi, berbagai tanaman tumbuh. Termasuk lombok. Senang sekali saat memetik hasilnya.</p>
<p>Saya tak lagi mendengar anak-anak sekolah saat ini berkebun. Saya hanya sering, akhir-akhir ini, mendengar ibu-ibu ngrumpi mahalnya harga lombok. Dan, sepertinya ngrumpi macam begituan akan terus berlanjut sampai lebaran yang sebentar lagi datang. ***
<p>Posted with WordPress for BlackBerry. Sambil Iseng plus Ngopi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/6-butir-lombok-rp-1000/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Merdeka dari media masa</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/merdeka-dari-media-masa/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/merdeka-dari-media-masa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2010 08:56:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pemikiran]]></category>
		<category><![CDATA[Keberdayaan]]></category>
		<category><![CDATA[Media masa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/merdeka-dari-media-masa/</guid>
		<description><![CDATA[Itu sudah lewat. Itu sudah gak aktual lagi.  Sudah ganti topik. Dan komentar serupa yang kadang saya terima dari beberapa teman. Contohnya, ketika saya posting status di facebook berkait topik kekerasan dalam rumah tangga, KDRT, seorang teman berkomentar bahwa isu &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/merdeka-dari-media-masa/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Itu sudah lewat. Itu sudah gak aktual lagi.  Sudah ganti topik. Dan komentar serupa yang kadang saya terima dari beberapa teman. </p>
<p>Contohnya, ketika saya posting status di <a href="http://www.facebook.com/akhmad.murtajib" target="_blank">facebook</a> berkait topik <a href="http://indipt.org/2010/07/08/100-orang-indonesia-dukung-akhiri-kdrt/" target="_blank">kekerasan dalam rumah tangga</a>, KDRT, seorang teman berkomentar bahwa isu itu sudah lewat. Disaat lain, ketika suatu hari saya diundang untuk ngomong tentang “bagaimana mensikapi hidup di zaman yang apa-apa serba mahal” saya bilang bahwa kembali ke alam, dengan cara mengelola pekarangan kita sebagai alternatif, itu dikatakan juga gak aktual. Ada lagi yang komen tidak aktual ketika ngomong tentang politik uang tapi pemilihan umum sudah selesai.</p>
<p><span id="more-415"></span></p>
<p>Ya, sesuatu yang aktual, seolah sesuatu yang baru. Saat ramai-ramainya tabung gas meledak, itu aktual. Begitu nanti sepi berita tabung gas meledak dianggap sudah lewat. Saat video Aril Luna jadi berita, itu aktual. Lama-lama hilang dari perederan, ya out of date. Dulu, Tsunami Aceh itu aktual banget tapi sekarang sudah tidak lagi isu baru. Sesuatu yang aktual, sesuatu  yang baru, sesuatu yang anyar. Yang sudah biasa, tidak lagi aktual. Kedaluwarsa.</p>
<p>Saya bertanya, siapa yang menentukan sesuatu disebut aktual, baru, dan sesuatu disebut tidak lagi aktual, tidak lagi baru, out  of date? Yang membuat sesuatu yang aktual dan tidak aktual adalah media masa. Media punya kekuatan untuk menjadikan sesuatu menjadi sangat aktual, lalu jatuh tidak aktual lagi. Gempa, tentu pada masanya tetap aktual, tapi kemudian tidak lagi aktual. </p>
<p>Kita kita ini hanya ikutan terbawa arus media, sehingga kita pun kadang ikutan media mengatakan sesuatu tidak aktual. Seperti cerita saya di awal tulisan ini, tentang kekerasan dalam rumah tangga. Media pun tidak menyebut itu isu aktual. ketika kasus Manohara mencuat, itupun sejatinya bukan isu KDRT-nya yang menarik. Tapi  Manohara sendiri yang memang news-maker woman. Kita ini selalu terbawa arus isu media masa yang mengatakan KDRT bukan isu aktual..</p>
<p>Sehingga, apa yang serin gterjadi di sekitar kita, karena tidak aktual, luput dari perhartian kita. Seperti kasus KDRT di sekitar kita. Atau seperti kasus kebingungn masyarakat ketika harga lombok melambung tinggi, satu kilogram sampai Rp 30 ribu, dan solusiya adalah nandur lombok sendiri. Itu tidak lagi aktual.</p>
<p>Ya, banyak dari kita yang tidak bisa independen dari media. Banyak dari kita yang merasa malu bila dikatakan tidak aktual dalam isu yang kita obrolkan. Padahal sejatinya, salah satu ciri orang yang berdaya adalah, ketika seseorang bisa berdiri independen tanpa intervensi media masa. Ketika seseorang merdeka dari pengaruh media masa.***</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/07/20/merdeka-dari-media-masa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ngopi-ngopi</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/ngopi-ngopi/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/ngopi-ngopi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 10:26:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>
		<category><![CDATA[Ngopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/ngopi-ngopi/</guid>
		<description><![CDATA[“Äyo, ngopi-ngopi,” pesenku melalui es em es. Atau, kadang saya menulis kopi atau ngopi dalam status di facebok atau twitter. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Kopi atau ngopi, kata yang selalu saya ikut sertakan dalam tulisan pendek saya. Ya, saya &#8230; <a href="http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/ngopi-ngopi/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>“Äyo, ngopi-ngopi,” pesenku melalui es em es. Atau, kadang saya menulis kopi atau ngopi dalam status di facebok atau twitter. Tidak hanya sekali, tapi berkali-kali. Kopi atau ngopi, kata yang selalu saya ikut sertakan dalam tulisan pendek saya.</p>
<p>Ya, saya memang suka ngopi. Tidak hanya tiga kali sehari, tapi bahkan sampai lima atau tujuh kali. Bahkan kadang lebih. Ngopi menjadi hal yang sangat menyenangkan, apalagi bila sedang nongkrong di depan Computer, nulis sesuatu. <span id="more-110"></span></p>
<p>Terlebih ketika sedang ngobrol bareng banyak orang, ngopi gak ketinggalan. Jujur saja, saya merasa gak betah ketika misalnya mertamu ke rumah seorang teman, dan rencana mertamunya agak lama, tapi tanpa ada suguhan kopi. Terasa hambar. Ha hahaha.</p>
<p>Tapi sebenarnya, bukan itu yang membuat saya suka kopi. Tapi dengan kopi, banyak hal menarik dalam kehidupan ini saya dapatkan. Kopi tidak hanya menjadi hal yang empirik, tapi juga mengandung makna sosiologis yang mendalam.</p>
<p>Singkatnya. Saya tinggal di wilayah kota dimana masyarakatnya sudah mulai individual. Hampir jarang rumah di sekeliling saya terbuka. Kata terbuka mengandung makna, tidak sendirian, saling berkunjung, atau setidaknya “penghuninya tidak di rumah terus, tapi keluar sekedar nongkrong dengan tetangga untuk sekedar guyon dan ngobrol hal-hal biasa”.</p>
<p>Saya tinggal di desa yang hampir kota, dan saya merasa terasing ketika kehidupan para penghuni rumah-rumah di sekeliling saya sudah mulai hidup sendiri-sendiri, individual. Kopi, menjadi salah satu media bagi saya untuk mencairkan kembali cara hidup individualis itu.</p>
<p>Dengan bersanding kopi, walau tanpa topik, orang-orang  yang duduk  bersama bisa ngobrol apa saja. Dari masalah politik, budaya, intrik, dan lain-lainnya.  Kopi hanya menjadi media, dan mereka yang gak suka kopi bisa berganti teh atau sekedar air putih. Jadi, kopi menjadi media bertemuanya masyarakat  yang kian terjerembab dalam budaya individualis.</p>
<p>Mari kita hidupkan kebersamaan, mari kita ngopi-ngopi….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/ngopi-ngopi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Akun Nonaktif..</title>
		<link>http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/akun-nonaktif/</link>
		<comments>http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/akun-nonaktif/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jun 2010 09:30:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>admin</dc:creator>
				<category><![CDATA[Catatan harian]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/akun-nonaktif/</guid>
		<description><![CDATA[&#160; Beberapa waktu lalu –sampai satu bulan lebih&#8211; anda menjumpai gambar ini di blog ini. Kenapa? Jawabnya mudah, karena saya belum membayar akun ini, Jadi non aktif..hehehe….]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/06/suspended.jpg"><img style="border-right-width: 0px;border-top-width: 0px;border-bottom-width: 0px;border-left-width: 0px" border="0" alt="suspended" src="http://akhmadmurtajib.com/wp-content/uploads/2010/06/suspended_thumb.jpg" width="167" height="244" /></a>&#160;</p>
<p>Beberapa waktu lalu –sampai satu bulan lebih&#8211; anda menjumpai gambar ini di blog ini. Kenapa? Jawabnya mudah, karena saya belum membayar akun ini, Jadi non aktif..hehehe….</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://akhmadmurtajib.com/2010/06/29/akun-nonaktif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

