Bukan musim kemarau, bukan pula di daerah kering. Tapi Sumiah harus mengayuh sepeda setidaknya dua kali sehar,pagi dan sore, sejarak sekitar 2 kilometer. Sekedar untuk mandi, dan –maaf– beol.
Ceritanya berawal dari kecelakaan anaknya, Parmin. Kecelakaan yang berbuntut amputasi kaki anak ibu Sumiah.
Biaya rumah sakit cukup besar, yang hampir tidak bisa dipenuhi ibu Parmin. Dan, solusi untuk dapat uang tuk biaya rumah sakit, Sumiah harus menjual beberapa meter tanahnya. Di tanah yang dijual itu, ada sumur dan WC tempat sehari-hari Ibu Parmin mandi, beol, masak, dan sebangsanya.
Continue reading