Ba’da Salah Tarwih, 20 Agustus 2010, di pelataran rumah saya, di pinggir sawah. Enampuluhan teman dari berbagai (latar) agama dan mazhab duduk melingkar saling bergantian menyampaikan pengalamannya pernah berteman dengan Romo Slamet yang beberapa waktu lalu dipanggil Tuhan..
Romo itu orang yang jujur dan tekun, kata Romo Sumanto. Dia berjuang untuk bisa jadi romo, dan selalu gagal. Tapi karena kejujuran dan ketekunannya, dia akhirnya sukses. Sepanjang umurnya, dia abdikan hidupnya untuk pelayanan umat. Dan dia pun bisa mepertanggungjawabkan semua model pengabdian itu.
